Definisi
Mekanisme anti Sybil adalah pengaman struktural dalam sistem terdistribusi atau berbasis blockchain (blockchain) yang dirancang untuk mencegah satu penyerang dengan mudah membuat dan mengendalikan banyak identitas. Mekanisme ini menerapkan batasan yang membuat pemalsuan identitas dalam skala besar menjadi mahal secara ekonomi, sulit secara teknis, atau tidak mungkin dilakukan secara kriptografis (cryptography). Dengan demikian, mekanisme ini menjaga asumsi keamanan inti tentang berapa banyak partisipan independen yang benar-benar terlibat dalam konsensus (consensus), tata kelola, atau alokasi sumber daya. Mekanisme anti Sybil sangat penting untuk menjaga integritas jaringan terdesentralisasi (decentralization) di mana identitas biasanya bersifat pseudonim dan permissionless.
Mekanisme ini beroperasi pada tingkat protokol atau desain sistem dan sangat terkait dengan model ancaman serangan Sybil, di mana penyerang berupaya mendapatkan pengaruh yang tidak proporsional. Biasanya, mekanisme ini bergantung pada komitmen sumber daya yang dapat diverifikasi, hubungan kepercayaan, atau jaminan identitas untuk membedakan partisipasi jujur dari akun-akun palsu. Dalam konteks blockchain (blockchain), mekanisme ini menjadi dasar keandalan sistem konsensus (consensus), pemungutan suara, dan reputasi yang jika tidak, akan rentan terhadap manipulasi. Tanpa mekanisme anti Sybil yang efektif, banyak jaminan keamanan dalam sistem terdesentralisasi (decentralization) akan menurun atau bahkan gagal sepenuhnya.
Konteks dan Penggunaan
Dalam keamanan blockchain (blockchain), mekanisme anti Sybil disebut sebagai komponen inti dari ketahanan jaringan terhadap serangan berbasis identitas. Mekanisme ini mendefinisikan bagaimana sistem mengukur dan membatasi pengaruh, baik melalui kerja komputasi, kepemilikan ekonomi (stake), atau sinyal lain yang dapat diverifikasi terkait keunikan atau biaya. Konsep ini digunakan ketika menganalisis kekokohan protokol, mengevaluasi desain tata kelola, atau merumuskan asumsi tentang porsi identitas yang mungkin dikendalikan oleh penyerang. Peneliti dan praktisi memandangnya sebagai garis pertahanan utama yang menentukan kelayakan dan dampak manipulasi berbasis Sybil.
Istilah ini juga muncul dalam diskusi tentang identitas terdesentralisasi, jaringan peer-to-peer, dan sistem reputasi di mana identitas mudah dibuat tetapi mahal untuk dipercaya. Dalam konteks tersebut, mekanisme anti Sybil adalah seperangkat aturan formal yang mengaitkan hak partisipasi atau kekuatan suara dengan sumber daya langka, pernyataan sosial (social attestations), atau bukti kriptografis (cryptography). Desainnya memengaruhi tingkat desentralisasi (decentralization) sistem, aksesibilitas, dan permukaan serangan, sehingga menjadi pertimbangan utama dalam spesifikasi protokol. Di seluruh ekosistem kripto dan Web3, mekanisme ini berfungsi sebagai fondasi untuk menyelaraskan partisipasi pseudonim dengan hasil kolektif yang aman dan andal.