Gas fee adalah biaya yang Anda bayarkan untuk menggunakan sebuah teknologi blockchain (blockchain), mirip seperti membayar tol kecil setiap kali Anda melewati sebuah jembatan. Biaya ini dikenakan ketika Anda mengirim kripto, menukar token, melakukan mint NFT, atau berinteraksi dengan aplikasi DeFi karena jaringan melakukan pekerjaan untuk Anda. Bagi banyak orang, biaya ini terasa acak, terutama ketika transfer sederhana tiba-tiba lebih mahal daripada jumlah yang dikirim. Saat jaringan sedang sibuk, gas fee bisa melonjak tajam, dan wallet sering menampilkan istilah yang membingungkan seperti gas price, gas limit, dan “max fee.” Dalam panduan ini, Anda akan mempelajari apa sebenarnya gas fee itu, siapa yang menerimanya, dan bagaimana cara perhitungannya di belakang layar. Kami juga akan melihat mengapa gas fee naik turun, bagaimana perbandingan antar jaringan, dan cara praktis untuk mengurangi biaya yang Anda bayar tanpa membuat transaksi Anda macet.
Jawaban Singkat: Apa Itu Gas Fee?
Ringkasan
- Gas adalah satuan yang mengukur seberapa banyak pekerjaan komputasi dan penyimpanan yang dibutuhkan sebuah transaksi di teknologi blockchain (blockchain).
- Gas fee dibayar dalam token native jaringan (misalnya, ETH di Ethereum).
- Sebagian besar biaya masuk ke penambang (miners) atau validator, dan di beberapa jaringan sebagian juga dibakar (dihancurkan).
- Besarnya biaya bergantung pada kepadatan jaringan, kompleksitas transaksi, dan gas price yang dipilih pengguna.
- Setiap teknologi blockchain (blockchain) memiliki model biaya sendiri, tetapi semuanya didasarkan pada pembayaran untuk ruang blok (blockspace) dan komputasi yang terbatas.
- Wallet sering memungkinkan Anda memilih antara konfirmasi yang lebih cepat tapi lebih mahal, atau lebih lambat tapi lebih murah.
Gas Fee dalam Bahasa Sehari-hari

Pro Tip:Membayar gas fee yang lebih tinggi biasanya berarti transaksi Anda akan diambil dan dikonfirmasi lebih cepat. Untuk jumlah kecil atau tindakan yang tidak mendesak, sering kali lebih masuk akal memilih opsi yang lebih lambat dan murah atau menunggu waktu yang lebih sepi. Selalu bandingkan besarnya biaya dengan nilai transaksi sebelum Anda mengonfirmasi.
Bagaimana Gas Fee Sebenarnya Bekerja di Blockchain

- Di jaringan proof-of-work, sebagian besar gas fee masuk ke penambang yang memasukkan transaksi ke dalam blok.
- Di jaringan proof-of-stake, gas fee biasanya masuk ke validator dan terkadang ke delegator yang melakukan staking bersama mereka.
- Beberapa jaringan (seperti Ethereum setelah EIP-1559) membakar bagian dasar dari biaya, menghapusnya secara permanen dari suplai.
- Sisa bagian biaya, seperti tip atau priority fee, masuk langsung ke pembuat blok sebagai imbalan tambahan.
- Imbalan ini memberi penambang atau validator insentif ekonomi yang kuat untuk mengamankan dan memelihara jaringan.
Penjelasan Gas Price, Gas Limit, dan Total Fee
Key facts

Apa yang Membuat Gas Fee Naik atau Turun?
- Kepadatan jaringan secara keseluruhan: semakin banyak transaksi tertunda di mempool biasanya berarti gas price lebih tinggi.
- Kompleksitas transaksi: berinteraksi dengan smart contract atau protokol DeFi yang kompleks menggunakan lebih banyak gas dibanding transfer sederhana.
- Peristiwa populer: mint NFT, airdrop, atau crash pasar bisa memicu lonjakan permintaan dan biaya secara tiba-tiba.
- Layer-1 vs. layer-2: mainnet sering memiliki biaya lebih tinggi, sementara rollup dan sidechain biasanya lebih murah tetapi dengan trade-off yang berbeda.
- Aturan base fee: beberapa protokol secara otomatis menaikkan atau menurunkan base fee per gas tergantung penggunaan blok baru-baru ini.
- Harga token native: ketika harga token jaringan naik terhadap fiat, jumlah gas yang sama bisa menjadi lebih mahal dalam dolar.
Pro Tip:Sebelum mengirim transaksi yang tidak mendesak, cek sekilas rata-rata gas fee saat ini di block explorer atau di rekomendasi biaya wallet Anda. Jika jaringan sedang sibuk dan harga tampak tinggi, pertimbangkan untuk menunggu waktu yang lebih sepi atau menggunakan jaringan yang lebih murah alih-alih memaksa transaksi Anda lewat dengan biaya berapa pun.
Aksi Umum yang Membutuhkan Gas Fee
Hampir setiap tindakan yang menyentuh teknologi blockchain (blockchain) secara langsung akan memerlukan gas. Anda membayar agar jaringan mencatat transaksi Anda secara permanen dan, bila perlu, menjalankan kode smart contract atas nama Anda. Beberapa tindakan ringan dan murah, sementara yang lain berat dan mahal. Memahami aktivitas mana yang mengonsumsi lebih banyak gas membantu Anda merencanakan aktivitas on-chain dan menghindari kejutan saat biaya melonjak.
Use Cases
- Mengirim token antar wallet di jaringan yang sama, seperti mentransfer ETH atau stablecoin ke teman.
- Menukar token di decentralized exchange (DEX), yang memanggil smart contract untuk mengeksekusi perdagangan.
- Menambah atau menghapus liquidity di DeFi pool, yang sering melibatkan beberapa transfer token dan interaksi contract.
- Melakukan mint, membeli, atau mentransfer NFT, yang bisa lebih boros gas dibanding transfer token sederhana.
- Mendeploy smart contract baru, operasi berat yang biasanya membutuhkan gas limit besar dan total fee lebih tinggi.
- Berinteraksi dengan protokol lending, borrowing, atau yield farming yang menjalankan logika on-chain yang kompleks.
- Melakukan bridge aset antar teknologi blockchain (blockchain) atau antar layer, yang mungkin melibatkan beberapa transaksi dan pemeriksaan keamanan.
Studi Kasus: Belajar Berhenti Membayar Gas Terlalu Mahal

Cara Membayar Gas Lebih Murah (Tanpa Bikin Macet)
- Periksa level gas rata-rata sepanjang hari dan utamakan jam-jam sepi ketika jaringan tidak terlalu padat.
- Gunakan jaringan layer-2 atau chain berbiaya rendah untuk swap rutin, pembayaran kecil, atau interaksi DeFi yang sering bila memungkinkan.
- Gabungkan tindakan bila masuk akal, misalnya memindahkan dana sekali saja alih-alih banyak transfer kecil dari waktu ke waktu.
- Hindari approval yang tidak perlu dan interaksi contract berulang; hanya approve jumlah token yang benar-benar Anda butuhkan.
- Pelajari cara kerja preset biaya “slow”, “normal”, dan “fast” di wallet Anda, dan pilih opsi termurah yang masih sesuai dengan kebutuhan waktu Anda.
- Sebelum melakukan tindakan besar atau kompleks, lakukan simulasi atau pratinjau transaksi di alat tepercaya untuk memperkirakan biaya gas terlebih dahulu.
Risiko dan Kesalahan yang Terkait dengan Gas Fee
Faktor Risiko Utama
Gas fee sendiri bukan scam; gas fee adalah bagian bawaan dari cara kerja teknologi blockchain (blockchain). Risikonya muncul dari kesalahpahaman tentang cara kerjanya atau dari mempercayai alat yang menjanjikan penghematan tidak realistis. Jika Anda tidak hati-hati, Anda bisa membayar terlalu mahal saat periode sibuk, kehilangan uang karena transaksi gagal, atau menandatangani contract berbahaya yang menguras wallet dengan kedok “optimasi gas.” Mengetahui jebakan utama membantu Anda mengenali tanda bahaya sebelum mengklik confirm.