Definisi
AML, singkatan dari Anti-Money Laundering, adalah kerangka regulasi dan kepatuhan yang bertujuan menghentikan pelaku kejahatan menyamarkan dana yang diperoleh secara ilegal sebagai pendapatan yang sah. Kerangka ini mencakup persyaratan hukum, standar pemantauan, dan kewajiban pelaporan yang dikenakan pada lembaga keuangan dan penyedia layanan kripto. Di ranah aset digital, AML berfokus pada pelacakan dan analisis transaksi untuk mengidentifikasi pola yang dapat mengindikasikan pencucian uang, pendanaan terorisme, atau kejahatan keuangan lainnya. Kewajiban AML sering kali berkaitan erat dengan proses KYC dan regulasi keuangan yang lebih luas.
Dalam pasar kripto, persyaratan AML umumnya berlaku bagi perantara terpusat seperti CEX, penyedia fiat On-ramp, dan entitas teregulasi lain yang menangani dana nasabah. Entitas-entitas ini harus menerapkan kontrol untuk memantau arus antara aset kripto, posisi Stablecoin, dan mata uang fiat tradisional. AML sebagai konsep menetapkan ekspektasi tentang bagaimana pelaku keuangan harus mengidentifikasi aktivitas mencurigakan dan bekerja sama dengan regulator serta penegak hukum. AML berfungsi sebagai lapisan dasar keamanan dan kepatuhan yang menghubungkan pasar kripto dengan sistem keuangan tradisional.
Konteks dan Penggunaan
AML digunakan sebagai istilah payung untuk kebijakan, prosedur internal, dan sistem teknis yang diadopsi institusi untuk mematuhi regulasi anti-money laundering. Dalam praktiknya, AML membentuk bagaimana proses onboarding nasabah, penyaringan transaksi, dan pelaporan disusun di sebuah CEX atau penyedia fiat On-ramp. Persyaratan AML memengaruhi bagaimana penerbit Stablecoin dan penyedia layanan terkait mengelola alamat wallet, alur penukaran (redemption), dan interaksi dengan sistem perbankan. Sebagai sebuah konsep, AML mendefinisikan lingkungan kepatuhan yang mengatur bagaimana platform kripto terhubung dengan aturan KYC dan ekosistem keuangan teregulasi yang lebih luas.